Dilamar Kematian

Dilamar Kematian

Disuatu hari yang entah kapan. Tak pernah ku tau tapi telah pasti ditakdirkan oleh Tuhan. Aku mengundang kalian untuk datang, ntah lewat pemberitahuan yang sengaja diumumkan atau hanya ucapan dari mulut ke mulut hingga terdengar oleh kalian. 

Kupinta datanglah, akan banyak orang tua-muda pria wanita berbaju putih atau hitam berkumpul semua. Di sebuah rumah dengan ruangan sederhana. Halaman yang tak begitu luas berdiri tegak sebuah tenda. Beberapa orang akan menyambut dan bersalaman denganmu.Diantara mereka akan kau dapati terisak tangis dan tepat didepan gang menuju rumah dipasang bendera kuning sebagai tanda.

Iya, saat dimana aku dilamar kematian. Itu lah waktu dimana aku mengakhiri semua urusanku. Dimana aku, tak lagi melakukan semua kegiatan yang biasa kulakukan. Tak ada yang kubawa dari dunia tempatku singgah. Juga dengan semua akun-akun yang kupunya saat ini.kelak akan kosong dan menjadi sejarah. 

Saat itu kau akan melihatku dipakaikan gaun yang sederhana putih warna nya. kemudian aku bersiap-siap diantar kerumah ku yang baru. rumah yang lebih sederhana dari rumah yang sebelumnya. hanya sendiri, tak ada yang menemani. rumah yang cukup hanya untuk diriku sendiri.

kalian akan mengantarkanku dengan Keranda sebagai kendaraan terakhirku bersama iringan senandung kalimat "Laa ilaa ha ilallah" disepanjang perjalanan. kemudian kalian kembali pulang. meninggalkanku sendirian. Diruang gelap yang kurasa akan sesak karena hanya sesuai dengan tubuhku. malam dan siang yang datang tidak lagi bisa kubedakan. matahari, senja, bulan, bintang, dan pelangi tak kan lagi bisa kupandang.

kelak mau tidak mau seiring berjalan nya waktu kalian akan melupakanku. hanya amalan yang menjadi teman setia. iya, akan ada masa dimana kematian datang dan meminangku, kemudian malaikat maut menjadi penghulu. Sakratul Maut menjadi AKAD. maka masa dimana aku akan dibersamakan dan disatukan dengan ajal selamanya. 

#terinspirasi dari sebuah postingan di cerita IG.