Jadikan Kata Mereka "Motivasi-mu"

Jadikan Kata Mereka "Motivasi-mu"

Jadikan Kata Mereka “ Motivasi

 

       Saya adalah anak pertama dari dua bersaudara. Ayahku seorang pekerja bangunan, sedangkan ibu seorang ibu rumah tangga dengan usaha kecilnya dirumah. Saya terlahir di dalam keluarga yang sederhana. Orang tua saya tidak biasa merepotkan orang lain, selagi mereka bisa mengerjakannya sendiri. Sebagai anak, saya tidak ingin membuat orang tua saya semakin susah. Mereka selalu kerja keras untuk membiayai saya sekolah dan kebutuhan sehari- hari.

      Sebagai seorang anak tentunya saya punya bermacam keinginan, namun terkadang saya pendam karena saya tidak ingin membuat orang tua saya menjadi susah. Tak jarang mereka memarahiku saat saya meminta uang untuk sekolah secara tiba- tiba, tapi mereka tetap berusaha untuk mendapatkan uang itu. Terkadang saat itu saya selalu mengeluh , namun saat melihat usaha mereka , rasanya tak adil jika saya selalu mengeluh. Apalagi saya juga memiliki adik yang juga sekolah.

        Berbagai cobaan dan rintangan yang dihadapi orang tua saya, saya saksikan sejak saya di bangku SD. Dari tuduhan tetangga, diremehkan orang lain, bahkan rumah kemalingan , semua masih jelas dibenakku. Bahkan itupun juga saya rasakan ketika saya akan melanjutkan sekolah Ke Sekolah Menengah Pertama. Berbagai sindiran , bahkan meremehkan kemampuan ku untuk masuk di SMP yang saat itu bisa dikatakan favorit. Kata mereka “ Ehh, kalau sekolah disana harus punya uang banyak, disana kan banyak yang pake mobil “. Terdengar sangat menyakitkan Karena keluargaku memang tak memiliki, namun semangatku tak patah ,Ku buktikan kepada mereka kalau aku bisa.

       Orang tua saya adalah motivasi terbesar saya, hingga saya bisa membungkam mulut mereka semua. Saya bisa masuk di SMP Favorit itu. Dan saya buktikan dengan prestasi dan beasiswa yang saya dapatkan. Kini mereka hanya berkata “ Hebat yah anaknya bisa masuk SMP favorit” Kata mereka. Dalam hatiku, Roda terus berputar ada saatnya kita diatas dan dibawah. Saat itu aku jalani masa SMP ku dengan semangat walau aku berangkat dengan jalan kaki sedang yang lain dengan kendaraan mereka. Namun  setelah saya Lulus SMP akhirnya orang tua ku beli sepeda motor yang juga dipakai untuk mengantarkan aku sekolah.,Karena aku  masuk di SMA yang juga termasuk Favorit.

       Sejak SMA  saya mulai berfikir dewasa, belajar mandiri dengan tidak merepotkan orang tua saya. Bahkan saya punya keinginan yang banyak saat itu. Setelah 3 Tahun berlalu, saya Pun Lulus dari SMA. Awalnya saya ingin melanjutkan kuliah, namun saya tidak tega jika harus menyusahkan orang tua saya. Akhirnya saya memutuskan untuk kerja sambil mengambil program kuliah setahun. Selama 1 tahun setelah lulus , saya bekerja sambil menjalankan program kuliah yang saya biaya-in sendiri. Niat saya , ketika saya sudah mendapat pekerjaan yang lebih baik , saya yang membantu meringankan beban orang tua saya, terutama membiayai adik sekolah.

Sekarang Alhamdullilah, saya sudah membiayai adik sekolah, bahkan pekerjaan saya saat ini lebih baik. Dan itu sangat membantu keluarga saya, yang terpenting buat saya adalah kebahagian mereka , terlebih lagi saya tidak ingin membuat adik saya merasakan susahnya kehidupan di masa saya saat itu. Dan sekarang apapun yang saya inginkan bisa saya penuhi sendiri, Saya sangat bersyukur kepada Allah, dan juga kata” mereka yang meremehkan saya menjadikan motivasi saya hingga menjadi seperti saat ini. Semoga hari ini, esok, dan nanti saya bisa selalu membahagiakan mereka dan membuat mereka tersenyum.