Pemuda Kok Lemah!?

Pemuda Kok Lemah!?
Sumber gambar: https://lucuketawangakak.blogspot.com/

PEMUDA KOK LEMAH?!

Pemuda adalah golongan yang digadang sebagai aset negara yang memiliki peran untuk membawa perubahan. Pemuda yang memiliki peran sebagai Agent Of Change diharapkan bisa membawa negara keranah yang lebih baik dan maju. Peranan pemuda sebagai pelaku perubahan juga sudah diungkapkan oleh Presiden pertama Republik Indonesia yang mengatakan “Berikan aku sepuluh pemuda, akan ku guncang dunia” (Ir. Soekarno). Dengan adanya kata-kata tersebut menunjukkan bahawasannya para pemudalah yang memiliki peranan dan potensi untuk menentukan masa depan bangsa Indonesia.

 

Masa depan dari suatu bangsa dapat dilihat dari para pemuda dimasa sekarang. Namun, bagaimana nasib bangsa jika pemudanya lemah?.

 

Apa kabar para pemuda?

 

Sekarang ini telah muncul kalimat baru yang sudah menyebar dibeberapa kalangan. Yups, kalimat “nom-noman kok lemah” sering digunakan oleh pemuda ketika didakan situasi tertentu.

 

Ada beberapa keadaan ketika kalimat tersebut dilontarkan kepada seseorang, diantaranya:

 

  1. Ketika seseorang mudah putus asa.

Ketika mengetahui teman kita telah melakukan sesuatu, namun dia belum mendapatkan hasil yang maksimal karena usaha yang dia lakukan belum seberapa dan dia sudah putus asa. “usaha biasa aja ingin Hasil luar biasa”.

  1. When your friends sambat berkepanjangan.

Terkadang kita mendapati teman yang sambat, tapi ya gitu  “hmmm” apa yang dia sambatkan biasanya hal-hal yang bisa dibilang hal sepele atau bahkan gak penting. Sebagai pendengar baik yang kita memang harus mendengarkan tapi kalo berkepanjangan dan hal yang gak pnting ya sudahlah.

  1. Baperan.

Dimana setiap problem yang ada, atau mugkin ada perkataan yang agak menyinggung tapi dia menanggapinya sudah dengan luar bias hebohnya. “sensitive boleh sih tapi jangan over juga”. Ya... simpelnya sih bisa dikatakan semua orang harus tahu perasaanya.

  1. Tidak mau mengambil Resiko “tanggung jawab”.

Seiring bejalannya waktu dan bertambahnya usia sudah pasti kita dihadapkan dengan tanggung jawab yang lebih dan lebih. Akan tetapi, sebagian oknum engan mengambil tanggung jawab tersebut dengan alasan takut akan resiko yang akan dihadapi.

  1. Susah Move On.

Susah Move On dari masalalu yang telah dilewati. Dangan kata lain susah menerima kenyataan yang kelam.

  1. Sering cari muka.

Cari muka disini berarti dia melakukan segala sesuatu karena ingin dilihat dan diakui oleh orang lain. Selalu menginginkan pengakuan orang lain, ya apabila tidak mendapatkannya ya sudah dia akan berhenti berusaha.

Masa depan suatu bangsa dapat dilihat dari para pemudanya karena pemuda merupakan Agent of Change. Namun, belakangan ini kalimat 'pemuda kok lemah!?' sering terlontar begitu saja yang disebabkan oleh perilaku pemuda itu sendiri, contohnya ketika mereka dengan mudahnya putus asa sedangkan usahanya masih belum maksimal dan malah sambat berkepanjangan. Selain itu, mereka juga baperan dan susah move on terhadap permasalahan yang harusnya dapat dengan mudah mereka selesaikan tanpa bersikap seperti itu. Mereka juga tidak mau mengambil risiko dan cenderung sering cari muka.