Pertemuan

Menanti, apa siapa? Akankah terjawab dengan kebahagiaan, ataukah sebaliknya?

Pertemuan

     Haiii,

     Aku mau flash back bentar ke masa sekolah aku. Aku dulu pernah tau seseorang yang sosoknya memang dikenal tangguh, dia berani dan paling depan kalo sudah bahas perubahan. Aku dan dia beda dua tingkat, jadi aku ngga bisa kenal dia secara pribadi karena memang tidak ada kepentingan, entah dari segi akademik maupun keperluan keorganisasian. Yang perlu digaris bawahi, aku kagum sekedar ingin mengenal dan meniru pribadinya yang baik yaa, bukan untuk dekat untuk dipacari, canda sayang. Aku dan dia sebenarnya ada di organisasi yang sama, aku pernah liat dia kasih materi dan beberapa kali ikut kegiatan, namun sepertinya benar-benar ngga bisa saling kenal.

     Sampai suatu waktu, aku masuk disebuh perguruan tinggi yang sama, namun beda fakultas tentunya. Aku saat itu sedang mengajukan untuk awardee beasiswa. Daan, pada saat asesmen, betapa kagetnya aku, ternyata aku asesmen dengan dia. Aku reflek memanggil namanya, dan sudah pasti reaksinya kaget karena dia tidak mengenal aku. Singkat ku ceritakan kalau aku tau dia sudah lama, sejak di sekolah menengah atas. Dari sini, kita mulai tukeran sosmed sampai nomor HP, dan beberapa kali ngobrol juga. Yang paling ngga nyangka, meskipun dia orang besar dan cukup punya nama di kampus, dia masih mau ngobrol dan say hai sama aku yang masih maba ehe. Daan, menurutku dia ngga banyak berubah dari yang aku tahu sebelumnya, kalaupun berubah yang pasti dia lebih berani dan makin terbuka soal perubahan. Dia sekarang jadi aktivis di kampus, menyuarakan hak-hak mahasiswa, menjadi wakil teman-temannya yang hanya diam. Karena buat dia, perubahan itu perlu, diamnya seseorang takkan merubah apapun, so dia selalu bilang "gerak dan berubah".

     Sehat selalu, semangat selalu. Semoga skripsinya cepet beres dan jadi kebanggaan banyak orang. Terimakasih sudah menginspirasi.