Rindu Marak Kotaku

Rindu Marak Kotaku

Baskara amat bengis saat ini
Menampakkan dirinya yang gagah berani
Seakan Membakar habis seluruh kota yang kucintai
Peluh terasa mengucur deras membasahi diri

kuamati jalanan tak begitu ramai
Sepi, seperti praja yang telah mati tak berpenghuni
10 bulan lebih sudah semua ini terjadi
Tersebab makhluk kecil tanpa iba tiba-tiba menggoncang bumi 

Jujur, Aku rindu keributan setiap pagi
Sebagai tanda diawalinya hari
Melihat adikku memakai seragam di hari pertama
Berangkat bersama yang katanya agar tidak kena denda

Kini semua tinggal bayangan dalam angan
Pagi ku awali dengan suasana tenang
Tidak melihat dia bergegas menggunakan seragam
Berangkatpun kini aku hanya sendirian 

Kesedihan semakin tak terbendung lagi
Saat media-media tanpa jeda memberi informasi 
Perihal jutaan orang yang sudah terinfeksi
Kehilangan orang-orang yang dikasihi karna harus diisolasi bahkan tak dapat melihat yang terkasih untuk terakhir kali
Miris, meninggalkan duka yang akan selamanya pekat dalam memori

Banyak usaha serta upaya yang telah dilakukan
Segala kebijakan juga pemerintah arahkan
Banyak pahlawan garda terdepan berguguran
Agar kita semua tetap merasa aman

Teruntukmu bumiku, bertahanlah!
Jika saat ini kau sedang terluka parah
Percayalah, semua ini akan segera usai
Akan ada pelangi yang indah setelah kuatnya hantaman badai