Sembilu Sendu

Sembilu Sendu

Pada embun pagi di daun rimbun

Percikilah pipinya yang ranum

Ia duduk termangu

Menanti balasan pesan rindu

Pada awan mendung sisa hujan semalam

Biarlah mentari menyinari bola mata coklatnya yang basah sebab memendam resah pada penantian yang tak kunjung sudah

Ranting-ranting kering terpelanting
semoga tak turut mematahkan rasa yang telah tertanam dan mengakar dalam 

Ketahuilah, puan
Tuan di sini juga rindu
Tuan di sini juga menunggu
Tuan di sini juga mengadu
Mengapa mesin waktu tak kunjung mengizinkan kita bertemu

Melipur sendu yang kian pilu

Meneguk habis sembilu yang kian pahit serupa empedu