PANDEMI HATI #1

Sebuah perjalanan cinta dimana dunia yang sedang dilanda penyakit menular yang mengharuskan seluruh pendidikan di negeri ini mengubah sistem menjadi online. pada saat itu, disebuah kampus kecil, ada seseorang yang sedang berusaha beranjak dari keputus asaan, mengubah dunianya menjadi lebih berwarna.. yok, simak ceritanya dari awal .. ^_^

PANDEMI HATI #1

Sore yang beranjak malam, aku duduk terpaku di sebuah pantai didekat kamar kecilku, sambil memandangi langit senja yg suara ombak laut, dan bermandikan melodi gitar yang ku mainkan. Dzikri, anugerah namaku yang selalu menjadi label ketika mereka akan memanggil. Aku sekarang berdomisili di sebuah rumah sederhana yang mana, rumah itu bertempat di Kota Padang, dekat dengan kampus tempat aku kuliah. Tahun ini aku semester 9, haha ​​.. Tahun dimana aku merasakan kesepian, karna kawan ”ku yang sudah sibuk dengan revisinya, sedangkan aku, yg masih bertugas mata kuliah yang tertinggal. Tapi, aku sedikit tenang, karna sudah menyelesaikan satu kuliah dijurusan Perhotelan Pariwisata. Dan sekarang aku harus menyelesaikan Kuliah ku yg dijurusan Teknik Informatika. Kegilaanku pada dunia perhotelan dan teknologi,

Semua berawal dari kuliah online ..

Hari-hari semakin sibuk dipertengahan pandemi yang sedang merajalela dan menghancurkan dunia yang menyebabkan kekacauan ekonomi dan pendidikan, sampai pada titik dimana aktivitas pendidikan secara tatap muka benar benar harus berubah dan diganti menjadi pembelajaran online, yang akan dimulai pada tanggal 1 September 2020 ..

Tiba ”malam itu Notif whastsapp ku berbunyi, ..

Yang kulihat adalah sepucuk pesan yang penuh dengan emosi senyum bersahabat dari seseorang, yaitu adik junior yang menyambutku dengan hangat dan ramah di salah satu mata kuliah yg sama.

“Assalammu'alaikum wr.wb. , Maaf sebelumnya bang, saya aulia junior abang PTI 18, Maaf aulia simpan dan undang abang ke grup Mata Kuliah Metode Penelitian, Karena di Elearning aulia lihat abang sekelas sama aulia. Trus Aulia inisiatif cari nomor abang ke kak ulva. Maaf sebelumnya ya bang. ”

Lalu pesan pesannya.

“Wa'alaikumsalam wr.wb, .. Terima kasih ya aulia”

Aku beranggapan bahwa itu hanyalah sebuah pesan yang wajar dan biasa, ketika seorang adik junior yang bertanggung jawab terhadap kelas mata kuliah tersebut untuk memasukan nama anggota kelasnya.

Sebelumnya ngga pernah ada junior yang peduli terhadap senior, jarang ada yang mw bersimpati, apalagi senior yang belum mereka kenal. Karena ketakutan mereka pada ospek disaat pengenalan kampus dahulu ..

Bersambung ...